Pengunjung Blog Mekanik Otomotif

Jumat, 03 Februari 2012

Pompa Hidraulik

Ukuran pompa
Bentuk pompa positif msupun non positif, kinerjanya ditentukan oleh ukuran suatu pompa yang berdasarkan pada tiga faktor;
  1. Jumlah pemompaan fluida yang dapat dipasok ke sistem, diukur dalam liter per menit
  2. Kecepatan pompa tersebut bekerja (rpm)
  3. Tekanan diukur dalam kilo pascal atau PSI, pengukuran harus dilakukan pada saat pompa bekerja untuk memasok pada kecepatan aliran spesifikasi.
Data kinerja pompa biasanya dicantumkan pada pompa tersebut oleh pabrik pembuatannya (misalnya; 2100rpm, 150liter/menit 1200 kPm). Pemampatan ini biasanya juga menampilkan nama pabrik pembuatannya serta nomor seri dari pompa tersebut.

Klasifikasi Pompa Rotari
Secaara umum, berbagai jenis pompa rotari diklasifikasikan berdasarkan putarannya, dan juga konstruksinya lima jenis yang paling banyak digunakan pada sistem Hidraulik pada kendaraan berat (kendaraan jalan raya maupun kendaraan offroad) adalah;
  • Pompa roda gigi eksternal
  • Pompa roda gigi internal
  • Pompa gerotor
  • Pompa sudu imbang
  • Pompa sudu tidak imbang
1. Pompa Roda Gigi Eksternal
Jenis pompa hidraulik roda gigi eksternal merupakan jenis pompa yang paling banyak digunakan. Pompa ini memiliki usia pakai paling lama, efisiensinya baik, murah, dan pengoperasiannya mudah.

2. Pompa Roda Gigi Internal
Pompa roda gigi internal digunakan pada transmisi otomatis atau jika ruangannya terbatas. Roda gigi penggerak pada sebuah pompa roda gigi internal (roda gigi yang ada didalam) geriginya mengarah keluar, sedangkan pada roda gigi yang digerakkan pada roda gigi yang digerakkan pada roda gigi luar mengarah kedalam dan bertautan dengan gerigi pada roda gigi dalam diantara sisi isap dan sisi tekan dari pompa tersebut.

3. Pompa Gerotor
Jenis gerotor pada pompa hidraulik digunakan pada kemudi daya (power staring) atau sebagai pompa pelumasan. bagian-bagian pompa gerotor terdiri dari satu pasang roda gigi yang terlihat ganjil. Roda gigi yang satu terletak didalam dan yang lainnya didalam rumah. Roda gigi dalam selalu memiliki gigi lebih rendah satu dibandingkan dengan roda gigi luarnya yang merupakan roda gigi penggerak lima buah gigi selalu meluncur bertautan penuh dengan cincin roda gigi luar. Satu pasangan gigi selalu dalam posisi bertautan.

4. Pompa Sudu Tidak Imbang
Pompa sudu diterapkan pada beberapa sistem, baik untuk volume besar atau kecil. Demikian juga apakah tekanan bervariasi atau tidak. Pompa tersebut memiliki efisiensi yang tinggi dan tahan lama.
Pompa sudu tidak imbang dirancang menggunakan rotor yang ditempatkan pada poros penggeraknya. Pada rotor tersebut, terdapat beberapa alur yang mampu berubah-ubah dengan sudu yang disesuaikan terhadap alur tersebut. Rotor tersebut ditempatkan tidak sepusat pada sebuah ruangan yang berbentuk lingkaran, dengan lokasi lubang yang masuk dan lubang buangnya saling berhadapan 180derajat. Sudu-sudu akan terdesak keluar untuk melawan cincin pusat karena ada pegas-pegas, gaya sentrifugal, dan tekanan sistem

Langkah Kerja Ketel

Cara Kerja Ketel Angin Untuk Sisi Hisap:
Pada waktu langkah isap. fluida akan terisap kedalam silinder sehingga permukaan fluida didalam ketel angin akan turun dari M ke N. Tekanan udara diatas permukaan M akan menjadi lebih rendah dari tekanan atmosfer karena volumenya bertambah besar. Pada waktu langkah tekan, katup isap tertutup karena tekanan udara didalam ketel angin lebih kecil dari tekanan atmosfer, maka fluida akan mengalir dari pipa isap masuk ke ketel angin sehingga permukaan fluida pada ketel angin akan mendekati konstan. Dengan demikian kapasitas aliran isap didalam pipa isap akan seperti pada gambar.

Cara Kerja Ketel Angin Untuk Sisi Tekan:
Pada waktu langkah tekan, Fluida akan mengalir masuk ke ketel angin. Permukaan Fluida didalam ketel angin akan naik, misalnya dari satu ke dua. Tekanan udara didalam ketel angin menjadi tinggi, jadi pada langkah buang ada Fluida yang disimpan didalam ketel angin. Pada waktu langkah isap, karena tekanan udara yang tinggi didalam ketel angin, Fluidanya disimpan didalam ketel angin tadi akan didorong keluar ke pipa buang.

PISTON
Bahan piston biasanya adalah besi cair untuk pompa air laut atau pompa bahan kimia, maka piston dibuat antara lain dari perunggu. Untuk mencegah kebocoran pada piston dipasang paking yang berupa cincin logam, kulit atau karet. Paking logam dipergunakan untuk cairan dingin atau panas yang bersih dari kotoran seperti pasir atau lainnya. Keuntungan paking logam adalah gesekan logam yang kecil dan umur yang panjang. Bahan paking logam biasanya perunggu untuk menghindari karat. Selain paking logam ada juga yangmenggunakan dari kulit.

Katub
Konstruksi katub harus memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:
  • Dalam keadaan tertutup, katub harus rapat
  • Katub harus dapat duduk dengan baik dan harus selalu terhindar dari kemacetan
  • Hambatan terhadap aliran pada katub dalam keadaan terbuka harus sekecil mungkin
  • Katub harus dapat menutup tanpa kejutan
Untuk pompa air bersih, katubnya biasanya dibuat dari logam, untuk pompa dipertambangan katub tidak boleh dibuat dari besi cor, karena besi cor dapat termakan oleh cairan yang melaluinya. Dalam hal tersebut katub dapat dibuat dari paduan tembaga. Untuk pompa air kotor, banyak pasirnya, katub dapat dibuat dari karet keras, kulit atau kayu. Bahan-bahan katub tersebut juga dipakai untuk mengurangi kejutan katub harus diperhatikan bahwa untuk pompa yang jarang dipakai tetapi harus selalu siap dipakai setiap saat, Katub kulit harus dijaga jangan sampai kering dan menjadi keras.

Rabu, 25 Januari 2012

Sistem Reservoir Hidraulik

1. Fungsi
Reservoir, Baik yang berbentuk rangka sisi sebuah pemuat atau berbentuk tangki persegi memiliki beberapa fungsi selain sebagai ruang penyimpan pasokan minyak, reservoir harus mampu;
  • Membuang panas dengan cara konveksi, dan radiasi, dan konduksi.
  • Memisahkan benda-benda asing (filter)
  • Membatasi udara dari sistem (dapat diatasi dengan mengurangi kecepatan kepada gelembung udara untuk keluar ke permukaan)
  • Memiliki 3kali kapasitas pada aktuator (apabila tidak ada piranti pendinginan yang digunakan untuk memastikan bahwa oli hidraulik tidak akan melebihi suhu lingkungan) 38*C (100*F)
2. Pemasangan Reservoil
Untuk mengoptimalkan kemampuan reservoil agar berfungsi dengan baik, maka pada reservoil tersebut harus terdapat;
  • Piranti pengisian dan penutup (tinggi & rendah)
  • Saringan/filter
  • Alat pemeriksa level fluida (tinggi & rendah)
  • Sumbat penguras fluida/kran penguras untuk mengeluarkan oli
  • Penguat yang cukup untuk menahan getaran
  • Pompa penghubung keluar yang menghubungkan antara reservoil dengan pompa hidraulik
  • Saringan (untuk membersihkan oli sebelum masuk ke dalam pompa)
  • Saluran oli balik untuk memastikan bahwa oli balik memasuki reservoil di bawah level terendah (jika sebaliknya oli akan mengalami penganginan atau aerasi)
  • Pembatas/pemisah untuk memastikan bahwa oli balik memiliki cukup waktu untuk pendingin sebelum bercampur dengan oli yang akan dipompakan

Komponen Pembentuk Sistem Hidraulik

  • Reservoir (untuk sistem hidraulik, kemudi tenaga, atau transmisi)
  • Saluran-saluran Hidraulik (bisa berupa pipa-pipa, tabung buluh, atau selang)
  • Saringan dan hiter hidraulik
  • Pompa hidraulik
  • Katup-katup kendali hidraulik
  • Aktuator
  • Gasket

Kelemahan Sistem Hidraulik

  1. Peka terhadap kebocoran.
  2. Peka terhadap perubahan temperatur.
  3. Kerja sistem saluran tidak sederhana.
  4. Kadang-kadang kecepatan kerja berubah
  5. Perubahan viscositas/kekentalan minyak mengalibatkan perubahan kerakteristik maupun kecepatan kerja.

Kamis, 12 Januari 2012

Bijih Logam

1. Logam Murni
Secara kimiawi terdapat murni
contoh; emas, perak, platina
2. Logam Oksida
Secara kimiawi terikat dengan oksigen dan mineral lain
contoh;
a. Batu besi merah (Fe2O3)
b. Batu besi magnit (Fe2O4)
c. Bauksit
3. Logam Sulfida
Secara kimiawi terkait dengan belerang
contoh;
a. Blende seng
b. Bijih timbal
c. Nikel
4. Logam Karboni
Secara kimiawi terkait dengan karbon
contoh;
a. Spat seng atau seng sidirit
b. Timah sidirit

Rabu, 11 Januari 2012

Komponen-komponen Karburator

Bagian-bagian karburator;
  • Jarum skep
  • Skep
  • Bodi karburator
  • Pelampung
  • Mangkuk pelampung
  • Penguras
  • IMAS (idle mixture adjusting screw)
  • ISAS (idle speed adjusting screw)
Fungsi Karburator;
  • Mencampur BBM & Udara
  • Mengubah zat cair dalam bentuk uap
  • Main Jet (menyuplai BBM pada tekanan tinggi)
  • Slow Jet (menyuplai BBM pada tekanan rendah)